Kabar Dakwah

Kiai Romli Sahir : Menghindari Sikap Hasut, Jangan Flexing

×

Kiai Romli Sahir : Menghindari Sikap Hasut, Jangan Flexing

Sebarkan artikel ini
Kiai Ramli Syahir (tengah) bersama Camat Pakuniran Hasan Zainuri (kiri) dan Kiai Amaruddin (kanan)

Probolinggo – Kabar Sae

Pengasuh Ponpes Ulil Albab, Gending, Kabupaten Probolinggo, KH. Dr. Romli Syahir, mengingatkan bahaya dari gaya hidup flexing yang menjadi tren kekinian di era medsos, agar terhindar dari penyakit hati manusia, salah satunya hasad atau iri dengki.

“Saya ingatkan, jangan suka menceritakan tiap nikmat dunia, yang kita terima dari Allah kepada orang lain. Apalagi sampai memamerkan di medsos (Flexing). Karena, itu akan menjadi sumber sikap hasut atau hasad. Ini ada dalil hadistnya,” ujarnya
dalam acara istighosah Bani Qomarizzaman di pendopo Kecamatan Pakuniran, Selasa malam, 11 November 2025.

Lalu, Kiai Romli mengutip hadist dimaksud, yaitu ‘Karena sesungguhnya setiap orang yang mendapatkan nikmat memiliki Mahsud (orang yang hasad kepadanya),”.

Data yang dihimpun Kabar Sae, sikap Flexing yang dimaksud diantaranya, memamerkan kekayaan, menampilkan kesuksesan atau pencapaian, serta sikap memamerkan kemewahan untuk tujuan tertentu.

Sikap itu, menurut Kiai Romli dapat memicu kecemburuan sosial, tekanan sosial dan konsumerisme, yaitu berbelanja berlebihan diluar kebutuhan dan memicu sikap hedonisme, yaitu sikap berlebihan yang memandang kesenangan dan kemewahan adalah segalanya.

“Alangkah bijaksananya, jika kita semua tidak menceritakan, apalagi memamerkan kenikmatan dunia. Bersyukur Sejati itu, bukan dengan bercerita atau pamer, tapi diam diam tingkatkan kedermawanan lewat sedekah, jika mendapat nikmat dunia dari Allah,” paparnya.

Dikatakan, Tidak semua kebahagiaan harus diumumkan. Kadang justru dengan diam, seseorang lebih selamat dari pandangan iri orang lain.

“Dari kisah Nabi Yusuf, kita belajar bahwa menahan diri dari bercerita adalah bagian dari kebijaksanaan. Hasad itu nyata, dan bisa menjadi sebab hilangnya nikmat,” jelas Kiai Romli.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *