Dukungan terhadap program ketahanan pangan terus digencarkan. Di Kabupaten Probolinggo, Himpunan Kerukunan Tani Indonesia atau HKTI menyalurkan puluhan ton benih jagung untuk para kelompok tani. Langkah ini menjadi upaya mendorong peningkatan produksi jagung sekaligus membantu meringankan beban petani.
Sesuai arahan Bupati Probolinggo, Gus Haris, yang juga menjadi penasehat HKTI Kabupaten Probolinggo, organisasi petani ini kembali menyalurkan bantuan benih jagung kepada sejumlah kelompok tani.
Droping dilakukan serentak di enam kecamatan, masing-masing melalui Balai Penyuluh Pertanian atau BPP setempat. Yakni Kecamatan Tongas, Leces, Tegalsiwalan, Besuk, Sukapura, dan Pajarakan.
Pada tahap pertama ini, sedikitnya 15 ton benih jagung disalurkan secara gratis kepada kelompok tani. Setiap petani yang menanam jagung akan mendapatkan jatah 15 kilogram benih untuk satu hektar lahan.
Program ini merupakan bagian dari dukungan HKTI terhadap kebijakan ketahanan pangan Presiden RI Prabowo Subianto, dengan target meningkatkan produktivitas jagung nasional.
Harapannya Kabupaten Probolinggo bisa menjadi salah satu lumbung jagung, minimal di tingkat tiga Jawa Timur.
Sementara itu, Koordinator BPP Kecamatan Besuk, Julaihin, menyebut bantuan benih ini sangat membantu petani. Dengan benih gratis, beban biaya tanam berkurang dan produksi jagung diharapkan meningkat.
Dengan adanya pemberian benih jagung gratis, petani bisa lebih ringan dan produksi jagung ke depan bisa meningkat.
Upaya penguatan sektor pertanian ini diharapkan dapat menjadikan Kabupaten Probolinggo sebagai salah satu kawasan penghasil jagung unggulan di Jawa Timur.








